Activities

( 961 views )

The Inauguration of GMF’s Hangar 4

Hangar 4 GMF, Biggest Eco Friendly Narrow Body Hangar in The World

Cengkareng –PT. GMF AeroAsia’s commit to increasing capacity of aircraft maintenance through New Hangar Development for Narrow Body aircraft maintenance in order to expanded their business. This New Hangar called Hangar 4 and located at Soekarno-Hatta International Airport Cengkareng.

Hangar 4 designs Concept is The Butterfly, composed by two wings, office area and workshop in middle of the Hangar “This concept comes from our willingness to have a Hangar with international standard with creative design. In operational view, Hangar 4 GMF AeroAsia highly effective because aircraft movement will be more flexible” said Richard Budihadianto, President & CEO GMF

Unique design of Hangar 4 than three others GMF’s Hangar followed by implementation of eco friendly concept. This ecofriendly building concept is GMF’s responsibility to the earth. This concept contained in special construction beyond Hangar parts, such as Skylight on the roof and Panasap Glass on side part of Hangar for sunlight optimize, second floor’s (office) curtain wall with laminated glass to maximize light circulations for modern and transparent looks, aluminum ceilings to minimize air turbulence, a dull shape in every roof corner for air drain to reduce impact on the façade. GMF’s Hangar 4 use Metal Halide lamps to create white light and low electricity consumption.“We hope in the future, GMF’s Hangar 4 get Green Building Certification from Indonesian Green Building Council and also International Certification” said Richard.

The whole GMF’s Hangar 4 development was done by Indonesian peoples and this Hangar os the biggest Narrow Body Hangar in the world which previously holds by Turkish Technic in Turkey. Hangar 4 built on 66.940 m2 area with 64000m2 for production area and 17.600 m2 for office. Hangar 4 has capability to maintain 16 narrow body aircraft in one time and one bay dedicated for aircraft painting. GMF’s Hangar 4 can accommodate 16 narrow body aircrafts in parallel, with heavy and light maintenance, winglet modification, structure repairmen, interior modifications, painting and others maintenance.

Capacity enhancement of GMF’s Hangar 4 was pushed by GMF support to Garuda’s Program, Quantum Leap, which eventually will operate narrow body aircraft, regional jet and turboprop aircraft as many as 241 aircrafts (Garuda+Citilink) and run for narrow body aircraft maintenance in domestic and Asia Pacific market and also to be market leader for biggest aircraft maintenance business in next five years.

GMF’s Hangar 4 utilization would be done in phase and expected to reach its full capacity (16 slots operationalized) in 2018. By 2016, GMF predicted will do 209 maintenance projects and increase the next year to 250 maintenance projects, and 313 maintenance projects in 2018. With the addition of the treatment capacity of the aircraft is then projected amount of man power involved in aircraft Treatment Works in 2016 amounted to 121 persons , in 2017 as many as 79 persons and in 2018 as many as 238 persons . In other words, GMF will create new job opportunities as many as 438 persons within three years.

GMF’s Hangar 4 utilization would be done in phase and will reach its full capacity in 2018. Nowadays, amount of narrow body aircraft maintenance that GMF’s do is 167 projects. This enhancement, estimated will increase from 167 to 313 projects, which means will increase as 87% by 2018.. The increase in projected revenues from the GMF’s Hangar 4 is set at 86 USD or 150% of current income. “Currently, the income of the capacity of the existing narrow body hangar is equal USD 57M, so with this new hangar in 2018 GMF revenue projected to rise to USD 143M, ” Richard said.

For More Information :

Aryo Wijoseno
Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile: 0818873579
Email : aryo@gmf-aeroasia.co.id

 

###

Hangar 4 GMF, Hangar Narrow Body Terbesar di Dunia yang Ramah Lingkungan

Cengkareng – PT. GMF AeroAsia saat ini melakukan penambahan kapasitas perawatan pesawat melalui pembangunan hangar baru untuk merawat pesawat berbadan kecil (narrow body), dalam usaha pengembangan bisnisnya. Hangar baru ini disebut Hangar 4 dan berlokasi di kawasan Bandara Soekarno Hatta Cengkareng.

Konsep desain Hangar 4 adalah tipe butterfly, terdiri dari dua wing dan area perkantoran serta workshop di bagian tengah. “Konsep ini berangkat dari keinginan untuk memiliki Hangar berstandar internasional dengan desain yang kreatif. Selain itu, dari sisi operasional juga dipandang lebih efektif karena movement pesawat lebih flexible,” kata Richard Budihadianto Direktur Utama GMF.

Desain hangar 4 yang cukup unik dan berbeda dari ketiga hangar lain yang dimiliki GMF diikuti pula dengan konsep ramah lingkungan yang diterapkan. Konsep bangunan ramah lingkungan pada Hangar 4 ini merupakan bentuk kepedulian GMF terhadap bumi. Konsep ini diwujudkan dalam konstruksi khusus pada bagian-bagian Hangar 4, seperti skylight pada atap dan kaca panasap pada sisi samping hangar untuk memaksimalkan pencahayaan, lantai 2 (kantor) curtain wall dengan tipe kaca laminated untuk memaksimalkan sirkulasi cahaya dengan kesan modern dan transparan, kisi-kisi alumunium yang berfungsi untuk meminimasilir turbulensi udara, bentuk yang tumpul pada sudut atap untuk membantu mengalirkan udara agar tidak terjadi benturan keras pada fasad, serta pengguna Metal Halide (MH) lamps pada hangar untuk menghasilkan warna putih dengan kualitas baik dan konsumsi listrik yang rendah. “Kami berharap kedepannya Hangar 4 ini mendapat Sertifikasi Green Building oleh Green Building Council Indonesia, dan diikuti oleh sertifikasi internasional,” tambah Richard.

Pembangunan hangar 4 yang seluruh pembangunannya dikerjakan oleh putera puteri bangsa Indonesia ini merupakan hangar pesawat narrow body terbesar di dunia setelah predikat hangar terbesar di dunia sebelumnya dipegang oleh Turkish Technic di negara Turki. Luas area hangar 4 adalah 67.022 m2 dengan 64000m2 area produksi dan 17.600m2 area perkantoran. Kapasitas Hangar 4 dapat merawat 16 pesawat berbadan kecil/narrow body secara bersamaan dengan satu bay untuk fasilitas painting pesawat. Hangar 4 dapat mengakomodir sebanyak 16 pesawat narrow body secara paralel yang meliputi pekerjaan perawatan ringan maupun berat, modifikasi winglet, perbaikan struktur, modifikasi interior pesawat, pengecatan dan perawatan lainnya.

Penambahan kapasitas Hangar 4 dilatarbelakangi atas dukungan GMF terhadap program Quantum Leap Garuda yang akan mengoperasikan pesawat berbadan kecil/narrow body, regional jet dan pesawat turboprop sebanyak 241 pesawat (Garuda + Citilink) di tahun 2020 dan menangkap pasar perawatan pesawat berbadan kecil/narrow body di domestik dan regional Asia Pasifik yang akan menjadi pemimpin pasar perawatan pesawat terbesar untuk lima tahun ke depan.

Untuk memaksimalkan kesiapan operasionalnya, utilisasi Hangar 4 akan dilaksanakan secara bertahap, dan Hangar 4 akan mencapai Full Capacity (16 slot operationalized) di tahun 2018. Pada tahun 2016, diperkirakan sebanyak 209 pekerjaan perawatan pesawat akan dilaksanakan di hanggar ini, dan akan bertambah menjadi 250 pekerjaan pada tahun 2017, dan 313 pekerjaan pada tahun 2018. Proyek pekerjaan perawatan pesawat tersebut meliputi perawatan ringan, perawatan berat, modifikasi winglet, perbaikan struktur, modifikasi interior pesawat, pengecatan pesawat, dan perawatan lainnya. Adapun jumlah manpower yang terlibat dalam pekerjaan perawatan pesawat di hangar 4 diproyeksikan akan mencapai 438 orang dalam tiga tahun kedepan. Di tahun 2016 diproyeksikan 121 orang, tahun 2017 79 orang, dan di tahun 2018 sebanyak 238 orang.

Sejalan dengan peningkatan-peningkatan tersebut, kapasitas dan pendapatan GMF AeroAsia dari pembangunan Hangar 4 juga diproyeksikan akan mengalami peningkatan. Dari 167 pekerjaan perawatan pesawat pada hanggar narrow body yang dimiliki GMF AeroAsia saat ini, dengan adanya hangar 4 maka penambahan pekerjaan perawatan pesawat diproyeksikan bertambah sebesar 146 pekerjaan hingga tahun 2018, sehingga pekerjaan perawatan narrow body di GMF yang saat ini 167 menjadi 313 pekerjaan atau dengan kata lain mengalami kenaikan 87% pada tahun 2018.

Adapun peningkatan pendapatan yang diproyeksikan dari Hangar 4 ini adalah sebesar USD 86 juta USD atau sebesar 150% dari pendapatan GMF dari pekerjaan perawatan pesawat narrow body saat ini. “Saat ini pendapatan dari kapasitas hangar narrow body yang ada adalah sebesar 57 juta USD, sehingga dengan hangar baru ini di 2018 diproyeksikan pendapatan GMF akan meningkat menjadi 143 juta USD,” kata Richard Budihadianto.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Aryo Wijoseno
Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile : 0818873579
Email   : aryo@gmf-aeroasia.co.id