Activities

( 658 views )

GMF Bidik Potensi Revenue USD 20,5 Juta dari Dubai Airshow 2015

Dubai – Sebagai salah satu peserta Dubai Airshow 2015, GMF AeroAsia menjadikan pameran industri penerbangan internasional ini sebagai momentum untuk memperkuat posisinya di pasar perawatan pesawat terbang regional. Dalam pameran yang berlangsung 8-12 November 2015 ini, GMF AeroAsia tidak sekedar mempromosikan kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki namun juga mendatangkan sejumlah kontrak dan perjanjian kerjasama dengan perusahaan penerbangan dari berbagai Negara. Dari seluruh kontrak yang ditandatangani, GMF memproyeksikan potensi pendapatan sebesar USD 20,5 Juta.

Salah satu perjanjian kerjasama yang ditandatangani pada hari pertama pameran adalah kerjasama antara GMF dengan Zagros Air, salah satu airline milik Negara Iran. Kerjasama yang tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) ini mencakup perawatan Base Maintenance, Engine Maintenance dan Component Maintenance pesawat jenis MD-82 dan A320. Kontrak kerjasama yang berlaku 1 tahun sejak penandatanganan ini, ditandatangani oleh Direktur Utama GMF Richard Budihadianto dan CEO Zagros Air Hooshang Seddigh di booth GMF AeroAsia pada Dubai Airshow 2015. Untuk hari pertama Dubai Airshow ini GMF memproyeksikan pendapatan sebesar 2 Juta USD.

“Dubai Airshow memiliki posisi strategis bagi pertumbuhan bisnis GMF,” kata Direktur Utama GMF Richard Budihadianto. Dubai Airshow 2015 merupakan pameran yang ke-14 dan menjadi yang terbesar dibandingkan acara serupa sebelumnya. Sebanyak 1000 peserta dari 60 negara berlomba mempromosikan produk dan layanannya kepada 65.000 trade visitors. Dalam pameran yang diselenggarakan di Dubai World Central ini, diperkirakan ada 16 pesawat baru yang telah dipesan oleh perusahaan leasing maupun operator pesawat. Industri penerbangan dari Negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Rusia, dan Prancis dipastikan menjadi bagian dari pameran internasional ini.

Dalam pameran ini, GMF akan menandatangani kontrak kerjasama dengan beberapa customer, baik itu customer baru maupun customer lama untuk perpanjangan kontrak. Beberapa perusahaan penerbangan yang akan menandatangani kontrak antara lain KAM Air, Meraj Air, Iran Air Tour, Iran Aseman, ATA Air, Eagle Air Service, Air Service Nigeria, Kabo Air, dan Air Djibouti. Perjanjian kerjasama yang ditandatangani cukup beragam mulai perawatan ringan hingga perawatan berat untuk tipe-tipe pesawat yang telah dimiliki kapabilitasnya oleh GMF. Customer yang akan menyepakati kerjasama dengan GMF ini sebagian besar berasal dari Timur Tengah dan Afrika. “PAsar perawatan di kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika cukup potensial dan menjanjikan peluang menarik di masa depan,” katanya.

Menurut Richard BUdihadianto, GMF memanfaatkan Dubai Airshow 2015 sebagai sarana melakukan penetrasi pasar, terutama pasar di kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika. Karena itu, kerjasama dengan customer tidak hanya perawatan pesawat namun disesuaikan dengan permintaan customer. GMF menawarkan keunggulan affordable price dengan kualitas produk dan service sesuai standar industri penerbangan global. Adapun competitive advantage yang ditawarkan beruoa kualitas produk dan service yang ekselen. “GMF mampu memberikan nilai lebih kepada setiap customer,” katanya.

Dalam pameran internasional ini, GMF tidak hanya membidik perawatan pesawat penumpang tapi juga pesawat kargo. Dalam beberapa tahun belakangan, pertumbuhan bisnis kargo cukup menjanjikan seiring dengan mobilitas angkutan barang antar Negara yang makin meningkat. “GMF sudah memiliki kemampuan dalam perawatan berbagai tipe pesawat kargo baik pesawat buatan Airbus maupun Boeing.” Katanya. Kapabilitas ini terus dikembangkan seiring dengan dinamika pasar yang semakin tinggi.

Untuk penetrasi pasar di kawasan Asia, Timur Tengah dan Afrika, GMF sudah memiliki modal penting berupa certificate of approval dari EASA dan FAA. Sertifikat dari otoritas penerbangan sipil internasional ini merupakan bentuk pengakuan atas kapabilitas GMF dalam menangani perawatan sejumlah tipe pesawat buatan Airbus, Boeing hingga Bombardier. Setiap perusahaan penerbangan maupun perusahaan leasing pesawat pasti menjadikan sertifikat FAA dan EASA sebagai persyaratan utama untuk melakukan perawatan pesawatnya.

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:

Arjo Widjoseno
Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile : 0818873579
Email: aryo@gmf-aeroasia.co.id