Activities

( 814 views )

GMF Raih Rating Baru dari Otoritas Penerbangan Korea

Jakarta – Otoritas penerbangan sipil Korea, MOLIT (Ministry of Land, Infrastructure, and Transport) memberikan beberapa tambahan rating baru kepada GMF setelah melaksanakan audit pada 12-14 Januari 2016. Rating terbaru sebagai tambahan untuk kapabilitas Base Maintenance yang diberikan adalah Rating Airframe untuk pesawat A330 Series, B737-NG, dan B747 Series. Sedangkan rating terbaru yang berkaitan dengan Engine dan APU adalah Rating Powerplant untuk Engine CFM56-7 dan APU GTCP 131-9A/B. Pada saat yang sama, MOLIT juga memberikan rating component yang sesuai dengan approval FAA yang sudah dimiliki oleh GMF AeroAsia. “Kita patut bersyukur mendapat kepercayaan begitu besar dari MOLIT,” kata VP Quality Assurance & Safety GMF AeroAsia, Erman Noor Adi.

MOLIT mengaudit GMF terkait rencana salah satu maskapai Korea Selatan menjalin kerjasama perawatan pesawat dengan GMF. Sebelum perawatan pesawat dilaksanakan, MOLIT melakukan audit untuk memastikan seluruh persyaratan regulasi dan prosedur kerja di GMF sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Dengan menyetujui tambahan rating baru, MOLIT merasa puas dengan hasil auditnya dan memberikan kepercayaan kepada GMF untuk melakukan perawatan pesawat yang teregistrasi di otoritas penerbangan sipil Korea. Apalagi GMF sudah memiliki sertifikat approval dari EASA dan FAA serta otoritas negara lain. “Tidak ada temuan dalam audit ini sehingga auditor merasa puas,” katanya. MOLIT mengirim dua auditor untuk keperluan ini yakni Bu Gil Kim dan Tae Kyung Hwang dari Busan Region Aviation Administration (BRAA) MOLIT. Mereka didampingi sejumlah escort dari GMF selama memeriksa seluruh item yang diaudit.

Beberapa area yang menjadi sampel untuk diaudit antara lain Quality System, Engine Shop, Test Cell, Hangar 1, Hangar 4 (Painting), Receiving, dan Main Store. Selain memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen, auditor juga melihat langsung beberapa fasilitas perawatan pesawat milik GMF seperti Engine Shop dan Test Cell. Auditor juga melaksanakan tanya jawab dengan personel perawatan di lapangan untuk mendapat gambaran tentang prosedur kerja yang dijalani. “Semua personel GMF kooperatif dan mampu memberi jawaban meyakinkan,” katanya. Audit yang lebih difokuskan pada area Base Maintenance ini cukup memberikan gambaran tentang kualitas perawatan di GMF.

Hasil audit MOLIT ini sangat penting bagi pengembangan bisnis GMF di masa depan karena pertumbuhan angkutan udara Korea Selatan cukup menjanjikan. Kepercayaan MOLIT ini juga membuka jalan kerjasama GMF dengan Asiana Air semakin lebar. Maskapai Korea Selatan ini rencananya menyerahkan perawatan pesawatnya kepada GMF pada Juli-Agustus 2016. Di sisi lain, hasil audit ini juga memudahkan jalan GMF untuk meningkatkan penetrasi pasarnya di kawasan Asia Timur. Untuk memasuki pasar Korea, GMF akan berkompetisi dengan bengkel pesawat dari China yang selama ini banyak menangani perawatan pesawat Korea. Pertumbuhan pasar Korea sejalan dengan pertumbuhan pasar perawatan pesawat di Asia Pasifik.

Kawasan Asia Pasifik memiliki tingkat pertumbuhan pasar MRO paling tinggi dengan rata-rata 6,1% hingga 10 tahun mendatang. Pada tahun 2015 saja, pendapatan pasar MRO Asia Pasifik mencapai USD 18,3 miliar dan diperkirakan melonjak menjadi USD 34,8 miliar pada taun 2025. Bahkan pada tahun 2018, pasar MRO Asia Pasifik diprediksi menjadi yang terbesar di dunia mengalahkan pasar Amerika Utara. Perubahan trend pasar ini tidak hanya menawarkan peluang besar, namun juga tantangan yang tidak kecil bagi pelaku industri MRO, investor dan entrepreneur yang tertarik mengerjakan peluang bisnis ini.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Aryo Wijoseno
Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile : +62818873579
aryo@gmf-aeroasia.co.id