Activities

( 975 views )

Peran Perempuan di GMF dalam Mencapai Target USD 1 Billion Company

Cengkareng – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2016, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) mengadakan event peringatan dalam bentuk workshop dan talkshow. Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 21 April 2016 di Auditorium Hangar 4 ini dihadiri oleh kurang lebih 300 orang karyawati GMF, para Board of Director GMF beserta istri, dan menghadirkan Supra Wimbarti MSc, Ph.D, Dekan Fakultas Psikologi UGM sebagai pembicara. Acara yang dibuka oleh Direktur SDM & Umum PT GMF AeroAsia Harkandri M. Dahler ini berisi talk show, hiburan dan pemberian penghargaan kepada para karyawan perempuan di GMF.

Peringatan hari Kartini 2016 dengan tema “Peran Wanita GMF dalam Mencapai USD 1 Billion Company” ini menjadi suatu moment untuk memotivasi para karyawati GMF agar dapat maksimal berkarya sebagai bagian dari kesuksesan bisnis perusahaan. Target GMF sebagai salah satu perusahaan perawatan pesawat 10 teratas di dunia pada tahun 2020 menuntut adanya kesiapan bagi setiap karyawannya dalam memaksimalkan kapabilitasnya. Menurut Harkandri M Dahler, Direktur SDM & Umum PT GMF AeroAsia, dukungan para karyawati juga sangat dibutuhkan terutama kesiapan mental dan fisik. Kesiapan mental adalah bagaiman para perempuan dapat survive dalam lingkungan pekerjaan yang didominasi oleh laki-laki. Selain itu juga kesiapan fisik juga sangat diperlukan dalam melakukan pekerjaan-pekerjaan “maskulin” seperti teknisi pesawat di GMF. “Apalagi dengan target akselerasi perusahaan menjadi Top 10 MRO in the world dengan revenue 1 Billion USD di tahun 2018, menjadi tantangan tersendiri untuk para karyawati agar lebih bisa memiliki fisik dan mental yang kuat dan terus berinovasi memberikan yang terbaik untuk mencapai target tersebut.” Kata Harkandri.

Hal serupa terkait tantangan bagi para perempuan bekerja di dunia laki-laki senada dengan talk show yang disampaikan oleh Supra Wimbarti MSc, Ph.D. Beliau menyampaikan bahwa menjadi kaum minoritas dalam lingkungan yang mayoritas lelaki apalagi di dunia pekerjaan yang maskulin memiliki tantangan yang cukup banyak. “Seorang perempuan harus memiliki kualitas dan profesionalitas di lingkungan pekerjaan sehingga kesempatan berkarir dan bekerja professional pun dapat didapat oleh para pekerja perempuan, perempuan saat ini jangan hanya dipandang sebagai kaum yang hanya bisa rumpi atau urusan fashion saja” katanya. Supra juga menambahkan bahwa dalam berkarir perempuan juga harus menimbulkan harmonisasi antara perannya sebagai pekerja di perusahaan maupun sebagai istri/ibu di rumah.

Pada peringatan hari Kartini 2016 ini, Manajemen GMF juga memberikan penghargaan kepada para releaseman perempuan yang merupakan karyawati-karyawati dengan skill yang mumpuni dan mampu me-release pesawat. Kemampuan me-release pesawat bukanlah suatu skill yang mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang. Tantangan pekerjaan di lapangan sebagai releasman membutuhkan kesiapan fisik dan mental yang kuat. Selain itu, mendapatkan lisence sebagai releaseman, orang yang menjamin bahwa pesawat yang telah selesai dirawat sudah layak untuk terbang, bukan sesuatu yang mudah pula. Oleh karena itu, 5 orang releasewoman ini pun diberikan penghargaan oleh manajemen atas pengabdiannya terhadap pekerjaan.

Saat ini, dari sekian banyak jumlah releaseman, GMF memiliki 5 orang releaseman perempuan yang pekerjaannya tersebar di berbagai outstation GMF di luar Jakarta. Para releasewoman inipun memiliki license yang berbeda-beda sesuai dengan jenis pesawat yang dikuasainya. Harkandri menambahkan, selain releaseman perempuan, Di GMF saat ini telah memiliki tenaga ahli perempuan yang cukup banyak. Walaupun jumlah karyawan perempuan hanya 7.5% dari jumlah keseluruhuan karyawan, tetapi para karyawan perempuan di GMF memiliki skill dan kemampuan yang sama kualitasnya dengan para karyawan laki-laki. Para karyawan perempuan di GMF pun merupakan lulusan terbaik sesuai bidang pendidikannya yang bisa diterapkan dalam pekerjaan-pekerjaan di GMF. Oleh karena itu, kesempatan berkarir bagi para perempuan khususnya di GMF juga sangat terbuka lebar. “Kami sangat menginginkan GMF menjadi satu contoh perusahaan yang tidak membedakan gender, dengan memberikan kesempatan yang sama bagi perempuan dan laki-laki.” tambah Harkandri.

Manajemen GMF selalu berusaha menciptakan lingkungan kerja yang dapat membuat para karyawannya semangat dan terus termotivasi untuk berkarya secara maksimal. Beberapa fasilitas yang kita berikan kepada karyawan perempuan saat ini yaitu adanya ruang menyusui / memerah asi, sebagai dukungan manajemen terhadap program pemerintah ASI Eksklusif. Hal ini dapat memberikan motivasi bagi para karyawan perempuan bahwa walaupun mereka telah menjadi Ibu dapat tetap berkarya dan sebaliknya, sebagai seorang karyawan merekapun tetap dapat melakukan kewajibannya sebagai Ibu. Dengan adanya penciptaan lingkungan kerja yang kondusif bagi para perempuan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi para karyawan perempuan di GMF sehingga tidak ada halangan bagi mereka dalam bekerja memberikan yang terbaik bagi perusahaan.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Aryo Wijoseno
VP Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile : +62818873579
aryo@gmf-aeroasia.co.id