Activities

( 719 views )

GMF Menggandeng Pemerintah Kota Surabaya Laksanakan Program CSR

Surabaya – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMF) merayakan hari jadinya yang ke 14 pada Selasa, 26 April 2016 lalu. Acara selebrasi tahunan ini dilakukan dengan berbagai rangkaian acara, salah satunya adalah roadshow manajemen GMF ke outstation besar. Dari 5 Outsation besar di Indonesia, Outstation besar yang dipilih untuk dikunjungi adalah Line Maintenance Station (LMS) Surabaya. Acara yang dihadiri oleh Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo, Direktur SDM & Umum Harkandri M. Dahler, serta para karyawan di Line Maintenance Station Surabaya, Jogjakarta, Solo, Semarang yang berjumlah kurang lebih 104 orang ini dilaksanakan di Aula Rumah Makan Tempo Doeloe, Surabaya pada 1 Mei 2016.

Bukan hanya merayakan Hari Ulang Tahun perusahaan bersama-sama, roadshow ini juga digunakan sebagai momen sosialisasi beberapa program perusahaan salah satunya yang sangat penting adalah pencangangan program akselerasi GMF 2018 kepada seluruh karyawan di outstation. Selain itu roadshow ini tentu saja menjadi ajang komunikasi BOD GMF dengan para karyawan di Outstation yang sangat jarang berinteraksi dengan manajemen pusat.
Dalam peringatan HUT GMF ke 14 di LMS Surabaya ini juga dilakukan kegiatan CSR berupa partisipasi dalam kegiatan tahunan “Pahlawan Ekonomi” yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam rangka HUT Kota Surabaya. Direktur Utama GMF Juliandra Nurtjahjo mengatakan bahwa partisipasi GMF dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk kerjasama dengan Pemkot Surabaya dalam rangka memberikan penghargaan dan bantuan bagi UMKM berpotensi di Kota Surabaya.

“Kami sangat menyambut baik adanya kerjasama antara GMF dengan Pemkot Surabaya dalam kegiatan CSR ini. Kami ingin, sumbangsih perusahaan juga dapat dirasakan bukan hanya oleh masyarakat di kawasan Cengkareng tempat kantor pusat kami berada namun juga di kawasan Jawa Timur khususnya Surabaya. Apalagi di Surabaya terdapat Line Maintenance Station kami yang cukup besar dengan workload yang cukup tinggi sehingga perlu juga mendapat perhatian khusus dari manajemen,” kata Juliandra.
Juliandra menambahkan, program CSR GMF yang berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya ini menjadi salah satu dari beberapa kerjasama perusahaan dengan Pemkot Surabaya. Sebelumnya, pada awal tahun 2016 lalu GMF juga telah menyumbangkan engine yang tidak terpakai kepada Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai alat peraga perkuliahan, serta juga kolaborasi dengan ATKP beberapa waktu lalu dalam rekrutmen teknisi yang disetarakan D3.
“Kedepannya, kerjasama GMF dengan Pemkot Surabaya juga akan dilakukan dalam bidang pendidikan misalnya pembukaan lapangan kerja di Garuda Indonesia Group bagi lulusan SMK di Surabaya yang berprestasi namun kurang mampu. Namun hal tersebut masih dalam tahap pembahasan dengan manajemen Garuda Indonesia Group,” tambah Juliandra.
Bertemakan “Together take on the highest leap to be One Billion Dollar Company”, salah satu agenda utama dalam HUT GMF ke 14 ini adalah pencanangan program akselerasi perusahaan di tahun 2018. Berangkat dari visi menjadi Top 10 MRO’s in the World pada tahun 2020, GMF merancang program akselerasi menuju One Billion Dollar Company.

Menurut Juliandra akselerasi ini dimulai dengan Revisit Business Plan 2016-2018 dan melakukan stretching RKAP 2016, memetakan kembali program unit revenue generator, penguatan marketing plan dan profitability, sehingga revenue USD 1 miliar dapat diwujudkan pada tahun 2018. Karena itu, GMF menargetkan revenue USD 400 juta dan profit USD 78,9 juta pada tahun 2016. “Target ini sangat menantang sehingga membutuhkan keberanian dan terobosan besar untuk merealisasikannya” kata Juliandra.

Adanya pencanangan program akselerasi 2018 ini sejalan dengan pencapaian kinerja GMF selama tiga bulan pertama tahun 2016. Sampai dengan akhir Maret 2016, revenue GMF 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 24% dari pencapaian revenue pada triwulan pertama tahun 2015 lalu. Sementara dari sisi net profit pencapaian di triwulan pertama 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 167% dari pencapaian kinerja triwulan pertama tahun 2015 lalu, atau bisa dikatakan lebih dari 2 kali lipatnya.
Terkait hal ini Juliandra mengatakan bahwa keberhasilan pencapaian kinerja perusahaan triwulan pertama 2016 ini dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2015, apalagi dilihat dari kenaikan profit yang cukup signifikan menunjukan adanya pertumbuhan positif perusahaan. “Kami berharap pencapaian ini terus ditingkatkan, dan melihat kinerja di tiga bulan pertama 2016 ini kami optimis target GMF menjadi One Billion Dollar Company di 2018 dapat tercapai” kata Juliandra.

Dalam mendukung program akselerasi perusahaan 2018, GMF juga melakukan pengembangan kapasitas dan kapabilitas diantaranya lewat konversi Hangar 3 yang semula hangar narrow body aircraft menjadi hangar wide body aircraft, yang sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Pada rangkaian acara HUT GMF ke 14 juga dilakukan peresmian hangar 3 sebagai hangar wide body. Peresmian Hangar 3 GMF menjadi hangar wide body ini sekaligus meresmikan dock baru untuk pesawat A330 sebagai pelengkap sarana dan prasarana hangar wide body baru ini.

Menurut Juliandra, selain untuk memenuhi ketentuan safety, ketersediaan dock A330 ini diharapkan semakin meningkatkan kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu perawatan pesawat, mengingat revenue dari perawatan pesawat wide body cukup signifikan. “Dengan peresmian dock A330 ini kita harapkan utilisasi Hangar 3 semakin optimal” tambah Juliandra.

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:

Aryo Wijoseno
Corporate Secretary
PT GMF AeroAsia
Mobile : +62818873579
aryo@gmf-aeroasia.co.id