Activities

( 44 views )

GMFI Optimistis Kinerja Perseroan Tumbuh Positif Hingga Akhir Tahun Kinerja 2019

Tangerang, 4 November 2019 –  PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”), perusahaan Maintenance Repair & Overhaul (MRO) membukukan total pendapatan US$ 369,67 juta. Jumlah itu tumbuh 10,4% dibandingkan pendapatan di periode yang sama tahun lalu senilai US$ 334,7 juta.  GMFI melihat potensi pertumbuhan bisnis MRO pesawat masih terbuka luas.  Dengan kinerja operasional dan performa keuangan perusahaan yang on track dan terus menunjukan pertumbuhan kinerja, GMFI optimistis kedepannya kinerja perseroan akan terus tumbuh secara berkelanjutan. Hanya saja, saat ini potensi dari pasar domestik atau maskapai di dalam negeri cenderung melambat mengingat kini maskapai di Indonesia lebih fokus pada tingkat keterisian kursi. Namun demikian GMFI tetap optimis pangsa pasar domestik masih merupakan pangsa pasar yang menjanjikan.

Ekspansi bisnis yang terus dilakukan seiring dengan pengembangan kapasitas dan kapabilitas dalam menyelaraskan tren dan permintaan pasar. Dalam mengoptimalkan market size, GMFI kini terus membuka lebar kesempatan bagi sektor penunjang industri perawatan pesawat untuk bermitra, baik dalam pengembangan bisnis maupun kerja sama strategis yang saat ini terus dioptimalkan bersama mitra internasional. Melalui kolaborasi strategis ini kami harapkan dapat semakin menunjang percepatan pertumbuhan bisnis GMFI dalam mewujudkan visi perusahaan menjadi sepuluh besar MRO di dunia.

Lebih lanjut, GMFI tengah memacu pangsa layanan MRO kepada maskapai asing. Saat ini pendapatan GMFI dari maskapai asing sudah mencapai 21% dari total pendapatan. Ditahun 2019 ini, GMFI sudah melayani empat maskapai dari Korea Selatan dan juga dua maskapai dari Vietnam. Selain itu IndiGo, raksasa maskapai berbiaya rendah asal India juga telah meneken kontrak untuk perawatan dan perbaikan 34 unit pesawat.

Pada September 2019 yang lalu, Oman Air turut menambah kontrak jumlah pesawat yang dilayani GMFI dari sebelumnya12 unit Boeing B737NG menjadi 22 unit, ditambah 10 unit pesawat berbadan lebar, Airbus A330. Saat ini, GMFI juga tengah menjajaki pengembangan layanan line maintenance atau perawatan ringan pesawat di Bangladesh dan membuka kantor cabang layanan di Australia.

Selain memaksimalkan potensi pasar dari maskapai asing, GMFI turut memperkuat diversifikasi lini bisnisnya yang diharapkan akan mendorong percepatan bisnis dengan membentuk dua anak usaha baru. Adapun anak usaha yang dibentuk adalah Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) yang resmi berdiri pada 25 Januari 2019, yang merupakan anak usaha GMFI yang bergerak di bidang penyediaan sumber daya manusia untuk industri penerbangan. Sementara Garuda Energi Logistik Komersial (GELKo) merupakan anak usaha GMFI yang bergerak di bidang perdagangan suku cadang dan mesin pesawat udara. Selain itu GELKo juga bakal menyediakan sewa guna usaha suku cadang dan mesin pesawat udara, perdagangan umum, penyediaan energi listrik, dan potensi bisnis lainnya.