GMF Dukung Kemandirian Industri Pertahanan Nasional melalui Program Offset
images

Tangerang, 05 Juni 2026 — Di tengah upaya memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional, program Imbal Dagang, Kandungan Lokal, dan Offset (IDKLO) menjadi salah satu upaya strategis untuk mendorong transfer teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga peningkatan kapabilitas industri dalam negeri. Bagi PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), implementasi berbagai program offset tidak hanya memperluas lingkup bisnis perusahaan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi. Komitmen tersebut tercermin dalam berbagai inisiatif yang tengah dijalankan GMF seperti dialog strategis yang dilakukan beberapa waktu lalu bersama Direktur Industri Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Darwin Saputra, S.I.P., M.Han., Dir Tekpothan Ditjen Pothan Kemhan, Marsekal Pertama TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T., M.M., serta perwakilan mitra internasional seperti Offset Manager Safran Aircraft Engines, Arnaud Merrien, dan CEO PT Dassault Aviation Indonesia, Jerome Puech. 

Salah satu capaian strategis yang menjadi sorotan dalam program ini adalah pengembangan Ground Support Equipment (GSE) dengan Safran untuk mendukung operasional pesawat melalui kolaborasi dengan mitra global. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan kapabilitas teknis serta penguatan kompetensi engineering secara berkelanjutan di GMF. Saat ini, program telah memasuki tahap pengembangan awal yang mencakup proses desain hingga prototyping. Upaya ini menjadi langkah penting dalam mendorong kemandirian industri dan penguasaan teknologi di tingkat nasional. 

Selain itu, GMF juga mencatat perkembangan pada berbagai program offset lainnya, termasuk Rafale yang telah menyelesaikan pelatihan teknis dan mulai mengimplementasikan dukungan teknis serta layanan subcontracting, serta C-130 yang menunjukkan capaian signifikan melalui modernisasi pesawat, termasuk penggantian Center Wing Box (CWB) dan pelaksanaan transfer teknologi. Sementara itu, pada Airbus A400M dan Falcon 8X, GMF tengah mempersiapkan kapabilitas pemeliharaan melalui pelatihan teknisi, pengadaan peralatan, dan audit. 

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa implementasi program offset ini tidak hanya memperluas cakupan layanan GMF, tetapi juga menjadi katalis dalam penguatan kapabilitas industri kedirgantaraan nasional. “Ini tidak hanya meningkatkan kemampuan GMF dalam aspek pemeliharaan, tetapi juga mulai mengembangkan kapabilitas di bidang engineering dan manufaktur, yang menjadi pondasi penting dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional,” kata Andi. 

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan mitra global melalui skema offset turut membuka peluang bagi pengembangan sumber daya manusia, transfer teknologi, serta peningkatan kesiapan fasilitas yang sesuai dengan standar internasional. Hal ini menjadi bagian dari upaya GMF untuk memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam ekosistem industri penerbangan global. 

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, GMF terus berkomitmen untuk mengembangkan kapabilitasnya melalui inovasi, kolaborasi, serta penguatan kompetensi guna mendukung kemandirian industri pertahanan nasional secara berkelanjutan.