Batam, 13 Juni 2026 — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF), bagian dari Garuda Indonesia Group, terus memperkuat posisinya sebagai pemain kunci pengembangan industri perawatan pesawat melalui partisipasinya pada Indonesia MRO Summit (IMROS) 2026 yang diselenggarakan di Radisson Hotel Batam pada (09-10/06) lalu. Dalam ajang yang mempertemukan para pelaku industri aviasi terutama maintenance, repair, and overhaul (MRO) nasional maupun regional tersebut, GMF menegaskan komitmennya dalam mendorong kolaborasi strategis guna memperkuat daya saing dan kemandirian ekosistem MRO nasional.
Pada ajang tersebut, GMF menandatangani dua Nota Kesepahaman (MoU) dengan dua MRO nasional, yakni PT Aero Nusantara Indonesia (ANI) dan PT Merpati Maintenance Facility (MMF). Nota Kesepahaman dengan ANI ditandatangani oleh Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, dan Direktur Utama ANI, Capt. Otto Sigit Budianto. Melalui kerja sama ini, GMF dan ANI menjajaki sinergi dalam cakupan pemanfaatan sumber daya, fasilitas, serta kapabilitas teknik, operasional, dan bisnis yang dimiliki masing-masing pihak, termasuk peluang kolaborasi pada layanan perawatan engine pesawat dan komponen pesawat, pengembangan bisnis, hingga optimalisasi fasilitas pendukung industri aviasi.
Pada kesempatan yang sama, Nota Kesepahaman dengan MMF ditandatangani oleh Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, dan Direktur Utama MMF, Eddy Supriyono. Kerja sama ini berfokus pada pemanfaatan hanggar dan fasilitas perawatan pesawat maupun helikopter, kolaborasi layanan komponen pesawat, dukungan pemanfaatan tenaga kerja, tools, equipment, material, serta sumber daya pendukung lainnya.
Selain mengamankan kolaborasi strategis dengan mitra nasional, GMF juga turut membagikan wawasan mengenai perkembangan dan tantangan industri MRO melalui partisipasi jajaran pemimpinnya sebagai pembicara dalam forum diskusi. Human Capital Management Group Head GMF, Lia Yuanawati, membawakan sesi bertajuk From Workforce to Worksmart: Addressing the Global MRO Talent Gap yang mengulas fenomena kesenjangan talenta pada industri MRO global. Sementara itu, Corporate Strategy & Digital Transformation Group Head GMF, R. Rendy Purwidyaputra, menyampaikan perspektif mengenai penguatan kolaborasi industri regional melalui sesi Regional MRO Hubs: Driving Collective Growth Across Asia-Pacific.
Direktur Utama GMF sekaligus Ketua Indonesia Aircraft Maintenance Services Association (IAMSA), Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan para pelaku industri aviasi nasional merupakan kunci untuk memperkuat daya saing industri MRO nasional di tengah pertumbuhan industri penerbangan yang bergerak dinamis.
“Partisipasi GMF dalam IMROS 2026 merupakan wujud komitmen tidak hanya memperkuat kapabilitas perusahaan, tetapi juga membangun sinergi yang lebih erat antar pelaku industri. Melalui penandatangan kerja sama antara GMF dengan ANI dan GMF dengan MMF yang telah terjalin diharapkan dapat mengoptimalkan kapabilitas masing-masing sehingga mendorong terciptanya ekosistem MRO nasional yang semakin terintegrasi dan mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan,” tutup Andi.