GMF Selesaikan 3 Pesawat Garuda Indonesia dan 15 Pesawat Citilink, Pesawat Special Livery Jadi yang Terbaru
images

Tangerang, 13 Februari 2026 — PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) menunjukkan kapabilitasnya sebagai pemain kunci pada industri maintenance, repair, and overhaul (MRO) dengan menyelesaikan proyek reaktivasi maskapai Garuda Indonesia dan Citilink. Proyek ini merupakan bagian dari sinergi Garuda Indonesia Group dalam mendukung peningkatan kesiapan operasional maskapai nasional. Hingga 13 Februari 2026, GMF telah berhasil mengembalikan status operasional tiga pesawat Garuda Indonesia dan 15 pesawat Citilink.

Pada proyek reaktivasi pesawat Garuda Indonesia, GMF berhasil menyelesaikan pekerjaan reaktivasi airframe tiga pesawat Airbus A330 dengan registrasi PK – GHE, PK – GHF dan PK – GHI, dua pekerjaan engine performance restoration, delapan High Pressure Turbine (HPT) blade replacement serta empat pekerjaan landing gear overhaul. Penyelesaian proyek reaktivasi Garuda Indonesia menunjukkan tingkat ketepatan waktu yang baik, dengan mayoritas milestone utama tercapai tepat waktu.

Sementara itu, pada proyek reaktivasi Citilink, GMF berhasil menyelesaikan pekerjaan reaktivasi sebanyak 15 pesawat Airbus A320, satu pekerjaan engine overhaul, satu pekerjaan engine repair, enam auxillary power unit (APU) overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul. Seluruh pesawat menjalani C05 + 6 Year + 12 Year Inspection dengan capaian 100% penyelesaian sesuai total Turn Around Time (TAT) yang telah disepakati bersama Citilink. Pada pekerjaan reaktivasi airframe, terdapat dua pesawat yang dilakukan pekerjaan painting special livery pada registrasi PK - GLL dan PK - GLY, dengan PK - GLY menjadi yang terbaru diselesaikan.

Pada tahun 2026, GMF berkomitmen melanjutkan proyek reaktivasi Garuda Indonesia Group. Sejumlah pekerjaan reaktivasi Garuda Indonesia telah direncanakan di antaranya lima pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia, 10 pekerjaan engine maintenance, 2 pekerjaan APU overhaul, dan satu pekerjaan landing gear overhaul. Kemudian, untuk proyek reaktivasi maskapai Citilink akan dilakukan sebanyak 20 pesawat terdiri dari enam pesawat ATR72-600 dan 14 pesawat Airbus A320, 12 pekerjaan engine overhaul, dan enam pekerjaan APU overhaul. Seluruh evaluasi dari pelaksanaan proyek reaktivasi di tahun 2025 akan menjadi fondasi peningkatan Turn Around Time (TAT), penguatan manajemen risiko, serta pengendalian Cost of Poor Quality (COPQ) melalui berbagai inisiatif continuous improvement yang dilakukan GMF.

Direktur Utama GMF, Andi Fahrurrozi, menyampaikan bahwa keberhasilan proyek reaktivasi di tahun 2025 hingga awal 2026 menjadi bukti kapabilitas dan ketangguhan GMF dalam mendukung kesiapan operasional maskapai nasional. “Reaktivasi pesawat ini bukan sekadar penyelesaian proyek, melainkan bagian dari komitmen GMF untuk berkontribusi pada negara melalui dukungan penuh terhadap kesiapan operasional armada Garuda Indonesia dan Citilink. GMF memastikan setiap pesawat yang kembali beroperasi memenuhi standar airworthiness, sehingga dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat serta memperkuat konektivitas baik domestik maupun internasional,” ujar Andi.